penghujung 2008 rupanya merupakan momentum di mana keluarga kami Tuhan beri banyak ujian, berlanjut pada Januari 2009 yang juga diawali dengan peristiwa-peristiwa yang menguji banyak kesabaran dan ketawakalan kami.
"Ya Alloh, ujian adalah kepercayaan-Mu bahwa kami akan bisa melaluinya. Terima kasih."
Posted by NatRiUMz ::
11:14 AM ::>
0 comments
Apa makna pergantian tahun? Kenapa semua orang seperti berlomba merayakan dengan gegap gempita?
“Kamu hanya iri Na, karena semua orang melakukannya, sementara apa yang bisa kamu lakukan?”, sebuah pesan singkat masuk ke HP ketika sebelumnya saya bertanya kalimat paling atas ke HP seorang sahabat”
Iri/cemburu/gak bisa liat orang senang... ok katakanlah semua label itu ditumpuk di kepala saya, tidak mengapa. Nyatanya perkataan sahabat saya ada benarnya. Saya memang iri melihat orang lain mampu menikmati pergantian tahun dengan cara mereka.
Betapa hampir sepanjang tahun 2008 saya membayangkan sebuah liburan akhir tahun, momentum untuk break dari semua aktivitas dan rutinitas yang melelahkan. Saya pikir saya layak mendapatkan sebuah liburan sambil memandang alam bersama orang yang saya cintai. Ok, now it’s your turn to laugh of loud now ^_^
“Ini semua sudah kehendak Alloh mba”, begitu kalimat sederhana dari seorang kenalan di bulan Oktober lalu, ketika saya mohon maaf karena sesuatu hal saya sudah merusak “upacara perpisahannya” dengan orang-orang yang dia sayangi. Kalimat sederhana dari sebuah pemikiran yang sederhana memang, tapi saya pikir saat ini kalimat itu cukup melegakan saya.
2008 sungguh tahun tantangan, betapa Tuhan sudah memberikan banyak keindahan dengan cara-Nya sendiri. Terima kasih. Masih layakkah saya memohon? Sementara ucapan "alhamdulillah" tetap belum mampu menandingi semua anugerah-Mu.
Note: So if you someday visit this blog, please promise me that you’ll be just fine. Sorry.
Posted by NatRiUMz ::
1:10 AM ::>
0 comments
Dalam suatu kesempatan makan siang menjelang akhir tahun bersama seorang sahabat,kami terlibat suatu percakapan ringan tentang “pernikahan” *).
GN (inisial temen gue) : “kemarin kami bertengkar lagi”
Na : “What is the topic this time?”
GN : “Classic one, happiness”
Na : “Oww, so old fashioned thing…”
GN : “Pernahkah suami kita bertanya pertanyaan sederhana setelah sekian lama kami menikah. Apa gue bahagia sepanjangan pernikahan kami?”
Na : “Oww…. Trus dia dah nanya? Kalo nggak juga, maknanya emang kebahagiaan gak penting dan mengalahkan esensi “ibadah” dalam pernikahan. Tapi kalau ibadah bukannya harus ikhlas ya, dan bukannya untuk ikhlas kita harus bahagia. Blunder donk, kembali ke pertanyaan mendasar, loe bahagia gak? and dia cukup PD untuk bertanya hal itu ke loe gak?”
GN : “Gue dah minta ke dia untuk bertanya apa gue bahagia gak menjadi istrinya”
Na : “Trus..?”
GN : “Dia bilang dia gak mau nanya”
Kalian pernah nonton film From Bandung with Love? Gue inget salah satu statement di dalamnya: “kesetiaan tidak pernah bisa direncanakan”. Menurut gue seperti halnya kesetiaan, kebahagiaanpun tidak bisa direncanakan. Kalau loe nikah berarti loe sudah menemukan cinta terakhir loe, and you will be happy ever after. Ahhh omong kosong menurut gue.
Sepulang dari kerja, gue dan RF mampir di Pizza Hut Kemang, ngobrol2 trus sampailah pada topik happiness tadi. Kami tiba di suatu titik, di mana ia bertanya “do you happy?”. Jawab gue “do you really dare to know the truth?
'_^
*) note: dengan beberapa perubahan yang diperlukan demi menjaga privacy.
Posted by NatRiUMz ::
11:40 AM ::>
0 comments
I know it's a love that will never get through to you, but I kept on loving regardless, unable to control myself want to hold you in these arms once more never let you go.
I thought I could never lose the days I spent with you ... but "that's not me in your eyes now" Can't say anything to you, with your head down
Touched me gently, wavering in the light through the leaves, you were a hazy vision in the heat of one summer the warmth you left me with, still now, chokes me up Convince myself that there's no going back...
Never forget that smile Kept screaming your name until my voice gave out
I'll never forget you.
From: Todokanai Ai to Shitteita No Ni Osaekirezu ni Aishitsuzuketa...
Posted by NatRiUMz ::
3:28 PM ::>
0 comments
Sometimes being a friend means mastering the art of timing. There is a time for silence. A time to let go and allow people to hurl themselves into their own destiny. And a time to prepare to pick up the pieces when it's all over. -GN-
Posted by NatRiUMz ::
9:06 AM ::>
0 comments
Yup, finally tiba juga gue di titik ini. Hari terakhir di IBS. Ada moment tertentu gue pengen lari jauh dari sini, tapi sekarang kenapa gue nggak ingin pergi ya? Kabar baik adalah gue sepertinya masih diminta untuk jadi dosen tidak tetap di sini. Suatu kehormatan tentu saja.
Oh ya, kemarin di kampus baru gue dah interview calon dosen di program studi gue. Lucu aja, yang gue interview tuh usianya di atas gue.. dan kalau gue liat sekeliling, ketua program studi lain tuh umurnya di atas gue. Hmmm kembali gue jadi yang terimut di tempat kerja. Cenangnya.
Posted by NatRiUMz ::
4:11 PM ::>
2 comments
Berada di perbatasan itu rasanya menyesakkan. Hari ini gue ada di suatu titik (lengkap dengan semua rasa yang ada), sementara esok ada di suatu titik (berusaha mengganti perasaan itu dengan sebuah rasa baru). Ada sesuatu yang akan gue rindukan dari tempat ini, sesuatu yang gak akan pernah terganti. Kamis 24 Mei 2007 adalah hari terakhir di kampus ini, membuat gue terpaksa mengingat kembali saat menginjakkan kaki pertama sebagai dosen. 1 September 2004 berarti sudah hampir 3 tahun, ada duka tapi pasti lebih banyak suka.
Damn! I'm gonna miss this campus desperately.
Posted by NatRiUMz ::
5:19 PM ::>
0 comments